Rynek Główny Kraków

Published November 25, 2017 by Lukito Rini

Oktober 2017, masih ga percaya dapat kesempatan buat benchmark ke kantor afiliasi di Poland, yang persisnya ada di kota Kraków. Sebenernya paham bener sepulang benchmark bakal banyak yang mesti dilakukan, tapi sayang kalau moment ke luar negeri gratisan dari kantor ga dinikmati semaksimal mungkin…hahaha.

Hari pertama sampai di Kraków, Senin 9 Oktober jam 10 an pagi, selesai check in, ke kamar buat naruh koper dan ini itu, lalu jam 11 udah mulai keluar hotel buat jalan-jalan. Di tengah jalan saya menemukan sekumpulan burung dara jinak, jadi pas dideketin, mereka ga langsung beterbangan, kaya udah ngerti gitu kalo manusia suka ngasih makan.

IMG_20171009_124456burung dara jinak

Ga disangka-sangka, lokasi tempat saya menginap, di Mercure Hotel Stare Miasto (Kota Tua), deket banget sama pusat keramaian. Yup, ada Market Square, atau Rynek Główny yang cuma 10 menitan jalan kaki dari Hotel. Market square ini, ternyata salah satu yang terbesar di daratan Eropa. Lalu ada apa aja sih di Market square ini, kalau dari namanya pasti isinya ga jauh-jauh dari pasar ya, yup, banyak banget tenant-tenant jualan macem-macem, restoran-restoran, dan yang special, ada kereta kuda yang bisa disewa buat keliling-keliling sekitar market square.

IMG_20171009_124819Salah satu sudut di Rynek Główny

Hal unik lain yang saya temui di sini adalah, adanya beberapa bangunan gereja. Unik karena di area “pasar” yang nota bene tempat orang berbelanja, transaksi, dll urusan keduniawian, ada gerejanya, saya pun menyimpulkan kalau kota ini cukup religious, karena even di keramaian pun, mereka masih mengingat Tuhan. Salah satu gereja yang menarik perhatian saya adalah St. Mary’s Basilica, bentuk bangunannya khas banget, beda sama bentuk bangunan di sebelah-sebelahnya, pakai batu bata merah gitu, entah ini design original dari Poland atau ada pengaruh dari Negara lain, tapi ini merupakan salah satu bangunan iconic di sini. Setiap jam, ada suara terumpet yang diperdengarkan dari gereja ini, sekali lagi..unik sekali.

IMG_20171009_124918St. Mary’s Basilica Kraków

Nah di tengah-tengah market square ini, ada Adam Mickiewicz monument, penyair besar dari Poland. Saya ga tahu persis mengenai monumen ini, tapi karena banyak turis yang ambil foto di sini, ya udah, ga ada salahnya sesekali narsis wkwkwkwk.

IMG-20171014-WA0038Adam Mickiewicz Monument

Nah di belakang monumen ini, ada bangunan memanjang yang merupakan Sukiennice, yaitu Krakow cloth hall. Berbagai macam barang, winter coat, souvenir, dan kerajinan tangan di jual di sini. Barang-barangnya unik dan tidak terkesan murahan. Saya sempet beli gloves di sini, karena lupa ga bawa dari Indonesia, dan ternyata meskipun cuaca terlihat cerah, tapi udaranya dingin sekali, maklum lah baru hari pertama sampai dari Negara tropis, dimaklumi hehehe.

IMG_20171009_150626Sukiennice

Beberapa tenant di market square :

IMG_20171009_124831

IMG-20171014-WA0045

Di outer ring dari market square ini, ada juga beberapa toko-toko tradisional yang menjual barang-barang lucu, ga di jual di tempat lain.

IMG_20171009_123855

IMG_20171009_123554

IMG_20171009_123526

IMG_20171009_123606

IMG_20171009_123538

Advertisements

Memperpanjang Paspor di Kantor Imigrasi Karawang

Published August 26, 2017 by Lukito Rini

Pada suatu hari, Pak Bos absen semua anak buahnya tentang kepemilikan paspor, karena ada kemungkinan penugasan ke luar negeri. Kami semua memang memiliki paspor, tapi sudah pada expired. Paspor saya sudah habis masa berlakunya per bulan Februari 2017. Untuk itu, kami ditugasi untuk memperpanjang paspor kami masing-masing.

Sebenarnya saya tidak punya pengalaman untuk mengurus paspor sendiri, karena 2 paspor saya sebelumnya diurus oleh perusahaan tempat kerja, dimana saya tinggal mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan ke bagian HR atau Ibu sekretaris departemen, dan ke kantor imigrasi bareng Bapak Calo perusahaan hanya untuk foto paspor saja, lalu beberapa hari kemudian paspor sudah di tangan, as simple as that.

Saya mulai searching di google dan blog yang membahas proses pembuatan dan perpanjangan paspor. Banyak yang berpendapat kalau sekarang lebih mudah mengurus paspor sendiri, tidak perlu pakai jasa calo. Untuk meng-clarify beberapa tulisan blogger, saya iseng-iseng datang ke kantor imigrasi Karawang yang hanya selemparan kolor saja dari tempat kost saya. Kebetulan sekali jadwal kerja saya masuk malam, jadi bisa berkunjung ke kantor imigrasi saat weekday. 

Kantor imigrasi Karawang merupakan perkantoran pemerintah yang mudah di akses dan cukup ramah lingkungan. Mengapa saya katakan demikian, karena di area tersebut ada banyak burung merpati putih yang bebas berkeliaran. Bahkan kita bisa membeli jagung yang sudah dibungkus di kantong-kantong kecil di koperasi untuk memberi makan burung dara tersebut. Mirip seperti di luar negeri lah, haha.

Sampai di kantor imigrasi, saya masuk ke gedung di sayap kanan, persis depan parkiran motor. Sore itu, di dalam kantor yang ber-AC dan sejuk, saya melihat antrian yang cukup banyak. Jangan khawatir, ada banyak kursi, sehingga pengunjung tidak perlu antri sambil berdiri. Di pojok kanan, saya lihat ada perpustakaan kecil bagi pengunjung untuk mengusir kebosanan.

Setelah melihat sekeliling, pandangan saya tertuju pada seorang petugas yang duduk di meja terpisah, mungkin saya bisa bertanya-tanya pada beliau. Saya pun mendatangi petugas tersebut, dan bertanya-tanya mengenai proses perpanjang paspor.

Dari keterangan yang diberikan, syarat atau dokumen untuk perpanjang paspor cukup mudah, yaitu ;

  1. PASPOR lama yang asli beserta 1 lembar fotocopy-nya [minimal paspor yang diterbitkan tahun 2009 ke atas].
  2. e-KTP asli beserta 1 lembar fotocopy-nya.

Untuk fotocopy e-KTP dan paspor, harus dalam bentuk A4, jangan dipotong.

Karena pada waktu itu kebetulan saya membawa paspor lama dan e-KTP, sekalian saja saya tunjukkan fisiknya pada petugas tersebut. Nah ternyata, ada sedikit keunikan pada dokumen saya.

  1. e-KTP saya dikeluarkan di kecamatan Banyumas
  2. Paspor saya diterbitkan di kantor imigrasi Jakarta Selatan

sedangkan saya berniat melakukan perpanjangan paspor di kantor imigrasi Karawang. Jadi petugas tersebut menerangkan syarat tambahan terkait kondisi dokumen saya yang bukan merupakan warga asli Karawang. Syarat tersebut adalah ;

  1. fotocopy kartu keluarga
  2. fotocopy akta kelahiran
  3. surat keterangan domisili dari RT setempat.

Kemudian saya bertanya adakah cara lain selain surat keterangan domisili, karena saya cukup malas mengurusnya, lagi pula saya tidak tahu ketua RT di tempat kost saya. Ternyata ada cara lain untuk menggantikan surat keterangan domisili, yaitu dengan surat keterangan kerja dari perusahaan.

OK, saya rasa persyaratannya cukup mudah, dan dokumen saya sudah lengkap. Saya pun bertanya pada petugas, sebaiknya kapan saya datang ke kantor imigrasi agar antrian tidak panjang. Nah, jadi ternyata untuk antrian pengurusan paspor, sekarang sudah bisa pakai application yang sudah ada di google play store. Tinggal download saja, ‘Antrian Paspor’. Tampilannya seperti gambar di bawah.

Screenshot_2017-08-20-11-15-36-270_com.android.vending[1]

Setelah di download, selanjutnya pilih kantor imigrasi yang akan dituju, dan pilih tanggal pengurusan paspor.

Screenshot_2017-08-26-18-56-14-312_id.go.imigrasi[1]

Screenshot_2017-08-26-18-56-51-929_id.go.imigrasi[1]

Setelah memilih tanggal dan waktu pengurusan [pagi atau siang], akan keluar data kuota yang tersedia. Jika masih ada kuota, berarti kita bisa mengurus paspor pada hari tersebut, dan selanjutnya tinggal mengisi data pemohon. Jika kuota tidak tersedia, maka kita harus memilih hari lain.

Setelah mendaftar antrian paspor, dan puas bertanya-tanya mengenai syarat yang harus dibawa saat perpanjang paspor, saya pun pamit pulang.

Sesuai daftar antrian, yaitu hari Senin jam 11.00-12.00, saya pun kembali datang ke kantor imigrasi membawa lengkap semua persyaratan. Saya kumpulkan persyaratan pada pak petugas yang saya temui minggu lalu. Setelah semua persyaratan saya kumpulkan, dan dicek oleh petugas, saya diberi nomor antrian dan map yang berisi form isian data diri yang harus dilengkapi.

Sambil menunggu antrian, lumayan urutan ke-3, saya mengisi form tersebut. Pada form ini, ada bagian yang harus ditandatangani dengan materai Rp. 6000,00. Jadi saya keluar ruangan sebentar menuju koperasi yang terletak di depan gedung persis, untuk membeli materai. Oya, untuk pengisian form diharuskan memakai pulpen hitam dan harus membawa sendiri, tidak disediakan. Gak usah khawatir, jika lupa membawa pulpen hitam, bisa sekalian beli di koperasi.

Akhirnya nama saya dipanggil, pas setelah saya selesai mengisi form data diri. Saya menyerahkan map, dan ditanya oleh petugas imigrasi, mau kemana membuat paspor, dan ditanya perusahaan tempat kita kerja memproduksi apa. Lalu petugas meminta e-KTP asli dan saya diminta duduk kembali, sementara petugas mem-verifikasi data-data saya. Lima menit kemudian saya dipanggil kembali untuk foto paspor, dan pendataan sidik jari. Setelah selesai, saya diberi  form untuk transfer biaya pembuatan paspor sebesar Rp. 300.000,00. Informasi dari petugas, jika pembayaran dilakukan hari itu juga, maka paspor akan selesai 3 hari lagi. Jadi hari Kamis, seharusnya paspor saya sudah jadi. Akan tetapi karena hari Kamis adalah hari libur nasional, maka paspor saya akan jadi di hari Jumat jam 1 siang [selesai Jumatan].

Selesai urusan di kantor imigrasi, saya melanjutkan perjalanan ke bank terdekat, yaitu bank mandiri, untuk mentransfer biaya pembuatan paspor. Setelah selesai transfer dan mendapat bukti tranfer, saya melanjukan perjalanan ke kantor untuk masuk kerja, kebetulan hari itu, saya masuk shift siang.

Pada hari Jumat yang telah ditentukan, saya datang kembali ke kantor imigrasi Karawang. Kali ini saya tidak lagi masuk ke kantor di sayap kanan, melainkan ke sayap kiri untuk pengambilan paspor. Saya lalu menemui petugas di loket, dan menyerahkan form pengambilan paspor beserta bukti transfer. Saya diminta duduk dulu, dan beberapa saat kemudian, paspor saya sudah dibagikan. Petugas meminta saya mem-fotocopy paspor 2 lembar di koperasi, satu untuk arsip imigrasi, satu untuk diri saya sendiri.

Demikian lah proses perpanjangan paspor saya di kantor imigrasi Karawang. Pelayanannya sangat memuaskan, proses nya mudah, transparan, dan singkat, tidak sampai satu minggu. Saya menyarankan teman-teman untuk bisa mengurus paspor sendiri instead of memakai jasa calo.

 

Mokh. Sholihul Hadi

blogging, sharing, motivating and inspiring

Hidayatno's Weblog

An industrial systems engineer who like to make any system better

M Dachyar Weblog

The world in my words

Catatan Penerjemahan

Memoles terjemahan agar lebih wajar, lebih enak dibaca

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

a Tale of Two Women

Beauty, make up, travel, and food